Halaman

Senin, 24 Mei 2010

Pengacara Klaim Ada Upaya Pemerasan di Balik Kasus Anand Krishna

--> Jakarta - Pihak Anand Krishna mengklaim ada upaya pemerasan di balik tudingan terhadap Anand Krishna. Seorang pengacara Anand, Humprey R Djemat mengaku dihubungi seseorang yang menjanjikan kasus ditutup asalkan Yayasan Anand Ashram diserahkan kepada orang tersebut.

"Dia bilang, sudahlah, kasus ini ditutup tapi yayasan kasih ke saya. Kalau begini, jelas sudah, motifnya adalah pemerasan," kata Humprey di Restoran Warung Daun, Cikiki, Jakarta Pusat, Rabu (19/5/2010).

Humprey mengatakan, tidak membeberkan identitas orang yang menghubunginya itu. Menurut Humprey, orang itu adalah mantan pengurus Yayasan Anand Ashram yang keluar pada tahun 2005.

"Dia keluar karena tidak mendapat restu dari Anand untuk menjadi pimpinan di Yayasan," katanya.

Humprey mengatakan, masih ada kejanggalan lain dalam kasus Anand. Salah satunya soal roadshow yang dilakukan pelapor sebelum resmi melaporkan kasus ke Polda Metro Jaya. Roadshow itu dilakukan kurang lebih satu bulan.

"Setelah 1 bulan berjalan, baru lapor ke Polda," katanya.

Selain itu, kata Humprey, si pelapor mengklaim ada korban sekitar 40 orang. Namun setelah proses penyidikan berjalan, hanya ada 5-6 orang saja.

Korban-korban tersebut juga dituding Humprey tidak memiliki saksi. "Syarat penetuan tersangka yaitu minimal ada 2 saksi juga tak terpenuhi. Penyidik polisi hanya menggunakan kesaksian ahli hipnotis. Selain itu juga barang bukti berupa kalung dan pernyataan di Facebook," kata Humprey.

"Tidak ada saksi, kok ditetapkan sebagai  tersangka. Ini ada apa?," katanya.

(asp/ken)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar