--> Jakarta - Ada baiknya juga ada produk hukum khusus yang mengatur masalah keberadaan pembantu rumah tangga (PRT). Tujuannya adalah meningkatkan kualitas PRT mengingat pekerjaannya secara tidak langsung berkaitan dengan banyak hal.
"Ya memang harus ada aturan, ini kan bagian perbaikan kualitas tenaga kerja kita," kata anggota Komisi VI DPR, Lili Asdjudirerdja, dalam diskusi 'Konflik Tenaga Kerja' di FX Plaza, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (11/5/2010).
Politisi dari Golkar yang mengaku belum membaca keseluruhan isi dari RUU PRT ini menyatakan ada beberapa hal yang wajib ada di dalam produk hukum itu. Misalnya usia minimal pekerja adalah 18 tahun dan sudah lulus SMA.
"Sehingga dia paham peraturan-peraturan dalam ketenagakerjaan," imbuh Lili.
Dia tidak memungkiri bahwa pekerjaan PRT merupakan pilihan bagi para siswa putus sekolah dan warga miskin. Maka harus ada sekolah gratis bagi para calon PRT agar mereka bisa menjalankan pekerjaan rumah tangga yang saat ini banyak menggunakan peralatan elektronik dan tidak kalah penting peraturan kerja.
"Jadi mereka wajib ikut pendidikan dulu, kalau tidak, ya begini-begini saja kualitasnya," papar Lili.
(lh/nwk)
"Ya memang harus ada aturan, ini kan bagian perbaikan kualitas tenaga kerja kita," kata anggota Komisi VI DPR, Lili Asdjudirerdja, dalam diskusi 'Konflik Tenaga Kerja' di FX Plaza, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (11/5/2010).
Politisi dari Golkar yang mengaku belum membaca keseluruhan isi dari RUU PRT ini menyatakan ada beberapa hal yang wajib ada di dalam produk hukum itu. Misalnya usia minimal pekerja adalah 18 tahun dan sudah lulus SMA.
"Sehingga dia paham peraturan-peraturan dalam ketenagakerjaan," imbuh Lili.
Dia tidak memungkiri bahwa pekerjaan PRT merupakan pilihan bagi para siswa putus sekolah dan warga miskin. Maka harus ada sekolah gratis bagi para calon PRT agar mereka bisa menjalankan pekerjaan rumah tangga yang saat ini banyak menggunakan peralatan elektronik dan tidak kalah penting peraturan kerja.
"Jadi mereka wajib ikut pendidikan dulu, kalau tidak, ya begini-begini saja kualitasnya," papar Lili.
(lh/nwk)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar