--> London - Jon Matthews, pria asal Inggris yeng mengidap kanker akhirnya meninggal dunia. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, pria berumur 60 tahun tersebut sempat membuat sisa umurnya menjadi ajang judi.
Pada bulan April 2006, dokter memvonis usia Jon tidak akan sampai pada tahun 2007. Namun istri Jon menolak diagnosa tersebut dengan cara yang unik. Ia memasang taruhan senilai 100 poundsterling dengan perbandingan 50:1 dan meyakini suaminya masih hidup hingga 1 Juni 2008.
Rupanya keyakinan sang istri terbukti. Hasilnya, pasangan tersebut memperoleh uang senilai 5.000 poundsterling.
Taruhan pun berlanjut. Jon kemudian memasang lagi taruhan dengan jumlah uang yang sama untuk masa hidup hingga 1 Juni 2009. Ternyata, Tuhan masih memberikan umur panjang pada Jon hingga kemudian dia memperoleh tambahan 5.000 poundsterling lagi.
Saat memasang untuk waktu tahun lagi, nilai taruhan semakin besar. Jon akan mendapatkan 10.000 poundsterling jika mampu bertahan hidup hingga 1 Juni 2010.
Namun, nasib berkata lain. Jon meninggal dunia akibat penyakitnya pada pekan lalu.
"Saat ia pertama kali datang ke kita. Kami khawatir telah melakukan perbuatan buruk. Tapi, judi itu membuatnya semakin berjuang melawan penyakit," kata Graham Sharp, seorang pialang judi untuk William Hill, seperti dikutip AFP, Rabu (13/5/2010).
(mad/asp)
Pada bulan April 2006, dokter memvonis usia Jon tidak akan sampai pada tahun 2007. Namun istri Jon menolak diagnosa tersebut dengan cara yang unik. Ia memasang taruhan senilai 100 poundsterling dengan perbandingan 50:1 dan meyakini suaminya masih hidup hingga 1 Juni 2008.
Rupanya keyakinan sang istri terbukti. Hasilnya, pasangan tersebut memperoleh uang senilai 5.000 poundsterling.
Taruhan pun berlanjut. Jon kemudian memasang lagi taruhan dengan jumlah uang yang sama untuk masa hidup hingga 1 Juni 2009. Ternyata, Tuhan masih memberikan umur panjang pada Jon hingga kemudian dia memperoleh tambahan 5.000 poundsterling lagi.
Saat memasang untuk waktu tahun lagi, nilai taruhan semakin besar. Jon akan mendapatkan 10.000 poundsterling jika mampu bertahan hidup hingga 1 Juni 2010.
Namun, nasib berkata lain. Jon meninggal dunia akibat penyakitnya pada pekan lalu.
"Saat ia pertama kali datang ke kita. Kami khawatir telah melakukan perbuatan buruk. Tapi, judi itu membuatnya semakin berjuang melawan penyakit," kata Graham Sharp, seorang pialang judi untuk William Hill, seperti dikutip AFP, Rabu (13/5/2010).
(mad/asp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar