Halaman

Selasa, 01 Juni 2010

Golkar Sebut Mundurnya Sri Mulyani Sebagai Jalan Tengah

--> Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menganggap mundurnya Menkeu Sri Mulyani dari jabatannya sebagai win-win solution. Sri Mulyani dapat melenggang ke kantor barunya tanpa tekanan politik.

"Itu win win solution, saya menyebutnya istilah escape clausul, klausul jalan keluar," kata Priyo sambil tersenyum di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2010).

Dengan terbebasnya Sri Mulyani dari belitan politik yang memberatkan kerjanya di Kemkeu, Sri Mulyani hanya tinggal menunggu kepastian hukum dari KPK saja.

"Terlepas dari problem yang membelit secara politik yang melibatkan beliau, sekarang tinggal menunggu proses hukum. Kalau KPK menyatakan tidak melanggar, ya sudah," terang Priyo.

Priyo menegaskan partainya tidak mengincar posisi yang ditinggalkan Sri Mulyani. Priyo akan memberikan posisi itu sepenuhnya kepada Presiden SBY untuk menentukan menteri barunya.

"Kabinet itu adalah urusan Presiden, sistem kita sistem Presidensiil. Kekosongan Menkeu, Golkar tidak punya kepentingan. Komunikasi Pak Ical dengan Pak SBY bukan soal menteri," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan bahwa mundurnya Sri Mulyani adalah kemenangan Golkar. Partai Golkar yang paling ngotot mengusik Sri Mulyani kini sudah melunak.

"Mundurnya Sri Mulyani kan kemenangan Golkar. Sekarang jadi kelesuan politik di DPR," kata Muzani.

(van/yid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar