Halaman

Jumat, 04 Juni 2010

Amerika Tutup Kantor Kedutaan Besar di Thailand

--> Bangkok - Amerika Serikat, Kamis (13/5/2010) menutup kantor Kedutaan Besar di Bangkok dan menyatakan sangat prihatin dengan kekerasan yang terjadi antara pemerintah Thailand dan pengunjuk rasa anti-pemerintah.

"Kami sangat prihatin, kita telah menyaksikannya (kekerasan) sangat berat," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley kepada wartawan seperti dilansir AFP, Jumat (14/5/2010).

Crowley menambahkan kedutaan AS tertutup untuk umum karena lokasinya dekat dengan lokasi konflik.

"Kita menutup pelayanan kepada warga Amerika. Untuk hal-hal yang sifatnya darurat akan kita layani, tapi diutamakan untuk para karyawan kedutaan, tapi kantor tetap tutup," imbuhnya.

Amerika, ujar Crowley, terus mendorong kedua belah pihak untuk menyadari bahwa kekerasan bukanlah jalan untuk menyelesaikan masalah. Pada akhirnya, pemerintah dan para demonstran harus kembali bersama lagi dan mencapai kesepakatan.

"Pemerintah harus terus melakukan dialog dengan para demonstran agar tercapai sebuah kesepakatan," kata Crowley.

"Satu-satunya cara untuk menyelesaikan ini adalah melalui negosiasi damai," katanya ketika ditanya apakah rusuh di Thailand merupakan ancaman terhadap demokrasi.

Bentrok antara demonstran dengan polisi Thailand hari ini menyebabkan satu orang tewas dan 8 lainnya luka-luka. Bahkan pemimpin Kaos Merah pun terluka berat akibat tertembak di bagian kepalanya.

(anw/anw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar