Halaman

Sabtu, 08 Mei 2010

Kubu Demokrat Tuntut Coblos Ulang di Bangli

--> Jakarta - Suhu politik di Bali memanas pasca pencoblosan pada 4 Mei 2010. Pihak yang kalah, Brahma-Wijaya yang diusung Partai Demokrat menuntut pemilihan ulang karena terjadi kecurangan.

Desakan itu disampaikan ribuan pendukung Brahma-Wijaya di DPRD dan KPUD Bangli, Kamis (6/5/2010). Pendukung Brahma-Wijaya menuntut pemilihan ulang karena menemukan banyak kecurangan dan intimidasi di sejumlah TPS Kintamani.

"Kita menuntut dilakukan pencobolosan ulang di sejumlah TPS yang terindikasi ada kecurangan," kata Koordinator Aksi IB Santosa.

Santosa mengaku mempunyai bukti-bukti kuat terkait adanya kecurangan itu. Dia mengklaim terdapat18 ribu suara yang dicoblos oleh pihak tertentu. Diduga juga terjadi penggelembungan suara. Pasalnya, pemilih yang hadir hanya 50 persen namun saat penghitungan menjadi 100 persen.

"Bila tidak ada kecurangan kami mestinya menang dengan selisih suara 4 ribu suara," katanya.

Aksi ini mendapatkan penjagaan ketat dari aparat keamanan di bawah komando Kapolres Bangli AKBP Ramdani Hidayat. Polisi membuat brikade di pintu masuk DPRD Bangli.

Massa melanjutkan aksi ke KPUD Bangli. Mereka menuntut KPUD Bangli melakukan pencoblosan ulang di sejumlah TPS di Kintamani. Ketua KPUD Bangli Dewa Agung Lidartawan berjanji menegakkan demokrasi seadil-adilnya.

"Saya akan menegakkan demokrasi dan bertindak tegas," katanya.

Di Kabupaten Bangli terdapat lima paket. Paket PDIP, yaitu Gita unggul tipis dengan meraup 37,2 persen suaraƂ  atas paket Brahma-Wijaya yang mendapatkan 34,8 persen. Sedangkan perolehan suara tiga paket lainnya jauh terpaut dari dua paket tersebut.

Tuntutan pilkada ulang juga terjadi di Kabupaten Tabanan. Paket Sukarno yang diusung Partai Golkar mendesak pemilihan ulang setelah kalah tipis dari paket PDIP Eka-Jaya.


(gds/rdf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar